Minggu, 23 September 2012

Yah, minimal dengan ingat akan Tuhan-nya. Kita akan ingat bahwa hidup di dunia ini hanya permainan dan sendau gurau belakau, jangan terlampau serius, apalagi lebih banyak diisi dengan ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan.
Nikmati saja tiap detik yang merupakan hadiah dari Tuhan untuk kita, jalani saja dengan bahagia. Jika memang harus ada duka, jangan buat itu terlampau lama menggerogoti diri kita dan kemudian malah menikmatinya.
Hidup terlalu singkat hanya untuk diisi dengan ketakutan-ketakutan tak beralasan. Bahagialah! 

Nayasa - Tukat

Senin, 03 September 2012

Tapi tiba-tiba aku terpaksa bungkam. Dihadapanku muncul pemandangan rupawan; pantai sehabis hujan dengan gelombang besar memukuli karang; dan pelangi tiipis muncul pelan-pelan.

"Harusnya sampai besok pagi, sampai minggu depan, sampai lima puluh tahun kemudian, cerita kita, kita perjuangkan," Dirga menatap pelangi, sorot matanya yang riang berganti sedih.

"Kita nggak bisa. Karena untuk berjuang perlu dua orang," aku berkeras walau suaraku sudah terdengar parau. Ada yang tercekat ditenggorokan.

"Memang siapa yang nggak mau berjuang?"

"Bukang nggak mau, Dirga, tapi aku enggak bisa"

"Kenapa kamu nggak bisa?" cecar Dirga. Biasanya sekali kubilang tidak, Dirga akan berhenti bertanya-tanya.

"Karena mimpi kita lain."


-- Kinsia Eyusa Merry - Beda? (Taste Buds, hal : 38-39)